![]() |
PENYAIR PELAJAR : Aniqoh Aljaizy tengah membawakan puisi berjudul Noktah di pentas bulanan yang digelar Komunitas Kethek Ogleng Jumat kemarin di bekas Stasiun Rembang |
Tema membaca puisi itu menyenangkan sengaja dimunculkan komunitas penyair muda itu dengan alasan banyak sekali puisi bagus dibuat anak muda Rembang di jejaring sosial Facebook. ''Sangat sayang kalau puisi yang bagus itu tidak diapresiasi baik oleh penulisnya maupun penikmatnya,'' ujar Tejo Bejo, salah satu penggiat Komunitas Kethek Ogleng.
Undangan kemudian disebar lewat jejaring sosial ataupun getok tular. Tak kurang 40-an penyair muda dari berbagai kecamatan ikut hadir di membawakan berbagai puisi pentas bulanan yang dikemas sederhana itu.
Aniqoh Aljaizy membuka pentas dengan puisinya yang berjudul Noktah. Puisi Noktah, menurut remaja putri yang berkecimpung di IPNU/IPPNU Rembang merupakan potret kegelisahannya pada kondisi sosial di Rembang. ''Kesenjangan sosial semakin tinggi. Mau kau jadikan apa daerah ini,'' kata dia.
Penyair Pelajar
Setelah Aniqoh, pentas diteruskan oleh Andan. Siswi SMA Negeri II Rembang ini membawakan dengan apik puisi Tentang Seseorang yang sempat moncer 10 tahun lalu lewat film Ada Apa Dengan Cinta. Andan tak sendirian. Pelajar lain yang ikut membaca puisi malam itu yaitu Durrahman (MA Mualimin Mualimat) dan M Adeeb (SMA Negeri II Rembang).
Durrahman malam itu awalnya membawakan puisi berjudul Ramadhan Tiba. Sementara M Adeeb memilih membacakan puisi Sosiawan Leak Layang Demonstran. Namun keduanya kemudian kembali ke pentas untuk membawakan beberapa puisi lain.
Durrachman mengaku awalnya cukup tegang dan kurang pede untuk membacakan puisi karyanya sendiri. ''Namun setelah turun dari pentas, dalam hati ingin kembali membaca puisi. Ternyata memang benar, membaca puisi itu menyenangkan. Terlebih kawan-kawan lain yang hadir juga memberikan dukungan,'' kata dia.
Abdul Chamim, pengiat dan pemilik Sanggar Seni Gentong Miring Sluke mengaku kehadiran kawan-kawan penyair pelajar ini cukup menggembirakan. ''Khususnya bagi dunia sastra di Rembang. Kami berharap kawan-kawan penyair pelajar ini tidak hanya sekali datang. Tapi di event lainnya, mereka bisa kembali unjuk kebolehan,'' jelas dia. (Mulyanto Ari Wibowo) pernah dimuat di Suara Merdeka Suara Muria 18 September 2011


0 comments:
Posting Komentar