Tiada hari tanpa mayat yang kau kubur
I
Kini aku tak tahu harus makan apa
Sisa makanan sore tadi terlanjur basi
Aku tak lagi bisa bernyanyi di rumah sendiri
Aku tak lagi bisa menari di halaman tempat dulu kita bercerita tentang cinta
II
Kini aku tak tahu harus bagaimana
Saudara-saudaraku meninggal sejak dua hari yang lalu
Teman-temanku pergi entah kemana
Tak ada tempat untuk merindu, dan
Tak ada tempat untuk bertemu bahkan bercumbu
III
Kini aku harus mengadu kepada siapa
Tempat itu tumbang dan hancur berkeping
Penghuninya mati dan menjelma sukma birahi
Sukma yang akan memakan bangkainya sendiri
Sukma yang akan memuntahkan sperma dari kelaminnya yang renta
IV
Kini aku tak mampu beronani
Kamar rumahku sudah kau gusur
Kamar mandiku sudah kau lebur
Sawah,ladang, dan kebun, sudah kau tanami besi-besi
Laut kau jadikan gunung, gunung kau jadikan laut
Kini tak ada lagi burung-burung bernyanyi
Kini tak ada lagi embun pagi, dan
Kini tak ada lagi tarian daun-daun teriring irama orchestra
V
Kini kau menggali kubur setiap hari
Tempat para bocah bermain kau jadikan pemakaman mayat
Tempat para pendeta kau jadikan bursa rupiah
Tempat para pertapa kau jadikan ladang ganja
Tempat para biksu kau jadikan diskotik biru
Tempat para kyai kau ludahi, kencingi dan beraki
VI
Kini tiada hari tanpa mayat yang kau kubur.
Gentong miring, 251011, 6 : 07 am


0 comments:
Posting Komentar