Headlines News :
Home » , , , , , » Belajar Berkesenian Di Event Kethek Ogleng

Belajar Berkesenian Di Event Kethek Ogleng

Written By Batik Doodle on Selasa, 24 Januari 2012 | 15.54

Sejak Jumat (20/1) siang hingga malam, Kabupaten Rembang diguyur hujan lebat. Namun, hal itu tidak menyurutkan 25-an siswa SMK Kehutanan Rimba Taruna Sedan untuk menempuh jarak 25 kilometer ke bekas Stasiun Rembang. Tujuan siswa yang didampingi Kepala Sekolah Suwito Harahap dan tiga orang guru tersebut hanya satu, menghadiri event pentas baca puisi bulanan yang digelar oleh Komunitas Kethek Ogleng.
''Event kesenian adalah sesuatu yang baru bagi kami. Kami datang untuk belajar bersama tentang bagaimana event kesenian berlangsung. Kami berharap kedepan siswa terpacu mengembangkan kesenian di sekolah kami,'' terang Hadi, salah satu guru yang mendampingi siswa.
Bahkan tak hanya datang, siswa dan guru itu juga akhirnya turut berpartisipasi di pentas sederhana itu. Tak urung, kehadiran 25 siswa itu tak urung membuat hangat suasana event yang telah kali digelar 11 berturut-turut setiap bulan itu.
Miftakul Huda, siswa SMK Kehutanan membuka pentas di emperan bekas Stasiun Rembang itu dengan tembang mocopat. Seusai Huda, beberapa penyair Rembang seperti Yayan Triyansah, Ming Ming Lukiarti, Abdul Chamim dan Alif Zam Billah serta seniman Pati Imam Bucah dan penyair Jepara Yudhi Yarcho bergantian tampil ke pentas yang hanya diterangi satu lampu sorot dan beberapa senthir itu.
Sri Wahyuni dan Syahroni guru SMK Kehutanan satu-satunya di Jawa Tengah itu menyusul mengisi acara dengan membawakan ''Bahaya Laten Malam Pengantin'' karya penyair Makasar Aslan Abidin dan puisinya sendiri yang berjudul ''Jangan Berpidato''.
Belajar Bersama
Imroatul Khasanah murid SMK Kehutanan menutup persembahan ''sekolah hutan'' di event Kethek Ogleng itu dengan sebuah puisi karya Syahroni, gurunya yang berjudul ''Kuraba Wajahmu''. 60-an penikmat sastra yang hadir di pentas malam itu tercekat ketika seorang guru olahraga dari SD Manggar Sluke Asar meminta ijin maju ke muka pentas untuk membaca dua puisi satir karyanya sendiri yang berjudul Jatayuku dan Tanpamu. Simak saja bait puisi Jatayu yang dibawakannya dengan penghayatan mendalam itu. ''Petinggi-petinggiku, mulutmu yang bau, gembar-gemborkan ideologi negeri, tapi korupsimu tiada henti, berkedok disiplin dan dedikasi, permainkan hukum menangkan ambisi''
Asar yang mendapat aplus meriah itu mengaku ikut menghadiri empat dari 11 kali pentas bertajuk Kethek Ogleng Baca Puisi itu. ''Namun baru di event Jumat malam ini saya memberanikan diri untuk tampil. Saya belajar banyak dari kawan-kawan yang pentas di Kethek Ogleng ini,'' terang pria 49 tahun ini.
Pentas malam itu akhirnya ditutup dengan geguritan yang dibawakan oleh dalang muda Rembang Ki Sigid Ariyanto. Di akhir pentas dalang yang aktif mengenalkan seni budaya Jawa lewat jejaring sosial itu berharap ke depan melalui pembelajaran di pentas rutin di bekas Stasiun Rembang akan semakin banyak bertumbuh seniman muda asal Rembang. (Mulyanto Ari Wibowo)

pernah dimuat di Suara Merdeka Suara Muria 23 Januari 2012
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Powered by : Day Milovich | SuaraRembang.net
Copyright © 2012. Omah Rembang - All Rights Reserved
Modified by Day Milovich
Proudly powered by Blogger