Headlines News :
Home » , , , , » Memantik Nasionalisme Lewat Seni

Memantik Nasionalisme Lewat Seni

Written By Batik Doodle on Selasa, 04 Oktober 2011 | 01.02


* dari event Kethek Ogleng III (Mei 2011)

Seorang penari perempuan (Diane) bergerak ke tengah kerumunan seratusan penonton yang duduk lesehan di atas kertas koran yang dihamparkan di pelataran bekas Stasiun Rembang Jumat (20/5) malam. Kedua tangannya memegang anglo kecil. Dari anglo tersebar wangi dupa.
Sesampainya ditengah arena, perempuan itu mulai menari diiringi gamelan yang ditabuh oleh siswi SMP Negeri 2 Rembang. Gerakannya menyiratkan kedukaan. Sekitar tiga menit menari sendirian, lima perempuan lain (Agnes, Rahma, Sari, Dewi dan Ulfa) menyeruak di antara kerumunan penonton untuk bergabung menari sembari menebarkan kembang.
Begitulah tarian ‘’Sang Kartini’’ garapan Rajendro dan Diane Indra Hapsari pengiat tari lulusan STSI tahun 2004 dari sanggar Banoncinawi Rembang yang dimainkan oleh siswi SMP Negeri 2 Rembang. Tarian Sang Kartini itu sendiri beberapa hari sebelumnya tampil sebagai juara III di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat SMP se Jawa Tengah.
Selama sekitar 10 menit, seratusan penonton dibuat terpukau dengan berbagai gerakan tarian lima siswi SMP 2 yang rancak, sesekali tak terduga itu. Tak urung ketika tarian usai digelar, tepuk tangan membahana di seantero pelataran bekas stasiun Rembang itu.
Inspirasi Kartini
Diane seusai pentas mengaku tarian Sang Kartini diciptakannya untuk mengenang perjuangan RA Kartini, pahlawan emansipasi perempuan yang meninggal di Rembang itu. ‘’Banyak yang telah mengapresiasi Kartini baik itu melalui tulisan ataupun lagu. Saya pun ingin berbuat serupa melalui bidang yang saya bisa yaitu tarian,’’ papar dia.
Sang Kartini bukanlah satu-satunya garapan baru yang ditampilkan seniman muda Rembang yang memilih memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan pentas seni. Ada pula tarian Reogan yang dimainkan oleh siswa SD I Leteh Puryantoro Bayu Laksono dan Farid Maulana Iskhak, macapat dan geguritan yang ditampilkan siswa SD Sendang Agung 2 Jeruk Pancur Leni Mulyati dan Uun Ayunda, gendhing dolanan anak yang dimainkan oleh lima siswi SMP 2 Rembang Mesthi, Tari, Kiki, Adhim dan Fani, pembacaan puisi oleh sejumlah penyair muda Rembang hingga performance art yang dimainkan oleh Komunitas Keboen Sastra Kendal. Tak urung, peringatan Hari Kebangkitan Nasional itu terasa gayeng dan menghibur.
Dyaz Kundi, salah satu koordinator kegiatan berharap melalui pentas seni itu, generasi muda Rembang akan kembali terpatik jiwa nasionalismenya. Dia juga mengatakan kegiatan pentas seni ini diharapkan akan terus digelar setiap bulan untuk menumbuhkan kembali kegiatan kesenian di Kabupaten Rembang. ‘’Potensi anak muda Rembang di bidang kesenian sangat besar. Namun pentas kesenian bagi mereka masih sangat sedikit,’’ papar dia. (Mulyanto Ari Wibowo)
Share this article :

1 comments:

Zamroni Allief Billah mengatakan...

memantik api semangat dalam sentuhan cinta sang DIva.

Posting Komentar

 
Powered by : Day Milovich | SuaraRembang.net
Copyright © 2012. Omah Rembang - All Rights Reserved
Modified by Day Milovich
Proudly powered by Blogger