Headlines News :
Home » , » Cinta Yang Melenakan dan Menyengsarakan

Cinta Yang Melenakan dan Menyengsarakan

Written By omahrembang.org on Senin, 28 Maret 2011 | 11.08

Cinta memang menghanyutkan. Tak urung banyak yang terbuai hingga lupa diri. Itulah yang dialami oleh Sampek (Adib) dan Ingtay (Kumala). Sejoli yang masih duduk di bangku SMA itu mencinta hingga lupa daratan. Ingtay kemudian hamil. Bapak (diperankan Rudi) dan Emak (Ayu) dengan sangat terpaksa akhirnya merelakan anak perempuan satu-satunya itu menikahi Sampek diusia yang muda.
Namun hidup tak selalu seindah yang dibayangkan. Dalam menjalani rumah tangga, Sampek dan Ingtay harus menghadapi peliknya kehidupan dunia nyata. Mereka harus banting tulang sekedar mencari sesuap nasi sampai harus terjerat oleh dua lintah darat (diperankan Vero dan Umi).
Persoalan demi persoalan hidup akhirnya mulai membuat kedua pasangan ini mempertanyakan cinta yang sebelumnya mereka agungkan. Tersadar oleh kesalahan, kedua pasangan ini akhirnya memilih untuk kembali ke orang tua mereka.
Sederhana
Tema lakon ‘’Sampek Entek’’ karya Mas’ud Asvali yang dimainkan oleh Teater Ataru SMA Negeri 2 Rembang di hari kedua Pameran Lukis Sanggar Gentong Miring di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sabtu malam kemarin memang sederhana saja.
Namun, persoalan itu menjadi menarik karena para pelakon utama yang masih pelajar itu total menyatu dengan karakter yang dibawakan. Nyaris tak ada kelupaan dialog oleh para pelakon. Blocking panggung juga sangat tertata. Tak urung penonton yang hadir sangat menikmati jalan cerita yang dihadirkan oleh teater pelajar asuhan Arifien itu. ‘’Meski temanya sederhana, namun dimainkan oleh pelakon dengan suasana menghibur. Penampilan mereka sangat menyegarkan,’’ ujar Pak Yon, sesepuh Teater Persisir Rembang.
Penampilan Teater Ataru kemarin sedikit banyak memberikan secercah harapan akan munculnya bakat-bakat baru di dunia pentas di kabupaten penghasil garam. Sudah lama, pelakon-pelakon pelajar dari kampung halaman KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) itu absen dari pentas teater.
Pentas Teater Ataru kemarin juga semakin melengkapi pesta seni yang digelar seniman muda Rembang. Sehari sebelumnya, salah satu pelakon muda Rembang Ipien Ngedot juga tampil memukau ratusan penonton yang hadir di rumdin wabup dengan monolog ‘’Kerto’’ yang dibawakannya.
Wakil Bupati Rembang H. Abdul Hafidz yang menyaksikan pentas monolog dan teater dua hari berturut-turut itu mengatakan event kesenian seperti ini diharapkan tidak hanya terjadi setahun sekali. ‘’Kalau bisa dilaksanakan dua kali setahun atau bahkan sesering mungkin,’’ kata dia. (H19)
Dimuat di halaman Rembang Suara Muria - Suara Merdeka (28/3/2011)
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Powered by : Day Milovich | SuaraRembang.net
Copyright © 2012. Omah Rembang - All Rights Reserved
Modified by Day Milovich
Proudly powered by Blogger