Headlines News :
Home » , , » Seni Sarana Mengenalkan Sejarah Lokal Rembang

Seni Sarana Mengenalkan Sejarah Lokal Rembang

Written By Batik Doodle on Rabu, 02 Mei 2012 | 00.07


foto lain 
Event seni tak hanya sekedar menjadi arena berbagi karya ataupun ide karya. Lebih dari itu, event seni bisa dibubuhi kegiatan yang memberi manfaat tambahan. Seperti yang tengah dirintis sejumlah komunitas independen Rembang yang tergabung di event bulanan Kethek Ogleng Baca Puisi Rembang. Selain melakukan pentas karya, selama tiga bulan terakhir, peserta kegiatan diajak untuk mengenal sejarah lokal Rembang. 
Dimulai dari event keduabelas bulan Februari 2012, selain unjuk kebolehan karya di Rumah Candu Lasem, peserta dari pagi hingga sore diajak tur keliling kota Lasem untuk mengenal kesejarahan Lasem sejak era prasejarah, Majapahit hingga modern.
Pada event ketigabelas bulan Maret 2012, peserta diajak untuk mengikuti tur hutan jati yang pernah menjadi komoditas unggulan era Hindia Belanda, menanam pohon dan pentas karya di Desa Pacing Kecamatan Sedan. Di event ke empat belas Kethek Ogleng Baca Puisi #14 Napak Tilas Tulis yang berlangsung Jumat (27/4) hingga Sabtu (28/4), selain mendapatkan workshop pembentukan jaringan seni dari networker kesenian asal Solo Halim HD, peserta juga diajak melakukan ziarah Kartini. ''Ada beberapa tuturan menarik tentang Kartini yang baru kami ketahui setelah ikut tur. Seperti kesenangan Kartini mengunjungi sebuah rumah di Desa Bulu hampir setiap akhir pekan yang kini terletak di sebelah utara pusaranya,'' kata Suud, mahasiswa Universitas Ronggolawe Tuban asal Pati.
Pembacaan Puisi
Puncaknya Sabtu malam peserta mementaskan karya di halaman eks Stasiun Rembang. Pentas diawali penampilan penyair pelajar Kholifah dari SMU Pamotan, Fauziah Aprilinda dan Meylani Sumelang dari Teater Ataru SMA Negeri 2 Rembang dan Imroatul Khasanah dari SMK Rimba Taruna Sedan. Linda pelajar kelas X itu mencuri perhatian karena apik membaca puisi bahasa Inggris karyanya sendiri ''A Leader We Miss'' yang berisi harapan hadirnya pemimpin bangsa yang bijak. ''We hope you open your eyes before God close them up. We miss a great leader who can treat us better ( kami berharap kau membuka mata sebelum Tuhan menutupnya. Kami rindu pemimpin yang bisa memperlakukan kami lebih baik, Red),'' kata dia.
Selain penyair pelajar, di event bulan keempatbelas itu juga tampil Mbak Yayah Dresi Kulon, Rosyid Ndoyek Ngulahan Sedan, Heryandra Gong, Beny XP Pamotan, Imam Bucah, Puji Pistol, kelompok musikalisasi puisi Lesbumi Pati, Apoel penyair dari Ternate serta performance art Mohammad Nafi' al-Ula, Alim Rois dan Vikri Khafid dari Kudus.
Koordinator acara malam itu Alief Zam Billah mengatakan even bulanan yang digelar dengan dana mandiri itu memang hanya dikemas secara sederhana. Namun, dia berharap dengan event tambahan ziarah Kartini akan semakin memperkaya khasanah penyair akan sejarah dan budaya Rembang. (Mulyanto Ari Wibowo)
seperti dimuat di Suara Merdeka Suara Muria 1 April 2012

Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Powered by : Day Milovich | SuaraRembang.net
Copyright © 2012. Omah Rembang - All Rights Reserved
Modified by Day Milovich
Proudly powered by Blogger