LAUT di pantai Dusun Nyamplung Desa/Kecamatan Sluke Sabtu (19/5) sore tengah pasang. Ombak dan angin menghempas cukup keras. Cuaca yang kurang bersahabat tidak menghalangi 60-an anak-anak muda dari sejumlah komunitas di Rembang untuk menyusuri pantai berpasir putih itu.
Peserta susur pantai yang digelar dalam rangka event bulanan Kethek Ogleng Baca Puisi #15 itu tak hanya sekedar berjalan. Sesekali mereka berhenti, duduk dalam lingkaran dan saling berdiskusi tentang sejarah pantai itu yang mereka ketahui.
''Di pantai Sluke hingga Kragan, tak hanya menjadi tempat pendaratan Jepang pertama kali. Bahkan diduga di pantai ini menjadi tempat pendaratan pendeta Budha Cina Fa Hien tahun 400-an dan tentara Mongol yang menyerang Kertanegara di tahun 1290-an,'' kata Abdul Chamim, tuan rumah acara dan pemilik Galeri Gentong Miring Sluke.
Memang sulit untuk menemukan bukti-bukti sejarah yang mendukung mitos itu. Terlebih tentang pendeta Budha Fa Hien ataupun tentang Mongol. Hanya saja di sekitar pantai itu terdapat beberapa makam Majapahit yang dinamai makam Sarijati. Puas menyusuri pantai sejauh satu kilometer itu, peserta kembali ke Galeri Gentong Miring saat Maghrib menjelang.
Setelah istirahat sejenak, acara temu komunitas itu dilanjutkan dengan pementasan seni sekitar pukul 19:00. Anak-anak Teater Ataru SMA Negeri II Rembang membuka pentas dengan performance art berjudul ''Bangsaku hilang, Negaraku hilang'' arahan Meylani. Meylani mengaku performance itu terinspirasi dari diskusi bersama yang digelar selama susur pantai Sluke.
Selanjutnya mengalir pementas lain seperti Roni dan Imroatul Khasanah dari SMK Kehutanan Sale, Fathur dari Ambon, Ipank Baihaqi dari Semarang, Sanggar Gong Art Ngulahan Sedan, Tian May dari Pacing Sedan dan Nabila dari Tuban membawakan puisi maupun performance art.
Bedah Buku
Malam itu, pentas semakin gayeng ketika penyair asal Kupang Nusa Tenggara Timur Ragil Supriyanto yang pada Sabtu siang menggelar bedah buku puisi karyanya Avontur kepada siswa-siswa SMA Rembang di halaman Galeri Gentong Miring maju ke atas pentas.
Ragil yang akrab disapa Sukriwul itu sebelum membacakan beberapa puisinya mengatakan banyak catatan sejarah ataupun mitos dari Rembang yang menarik untuk dipotret oleh pengiat seni muda. '' Saat susur pantai dan mendengarkan begitu banyak informasi menarik yang diutarakan kawan-kawan Rembang, semestinya sudah mulai ada sebuah proses pendokumentasian baik itu melalui puisi, cerpen ataupun media lain. Pendokumentasian merupakan kerja bersama yang harus mulai dilakukan oleh pengiat seni muda,'' terang pria kelahiran 1978 ini.
Di ujung pentas yang berakhir pukul 22:00, Ragil mengajak siswa SMA Negeri II Linda untuk membawakan puisinya ''Kepada Ibu''. Simak saja baitnya aku pasti kembali, berjuta tombak dan panah, yang lebih cepat dari peluru, datang bersamaku. Seperti Ragil yang berjanji akan kembali, komunitas pengiat seni muda di Rembang juga berjanji bulan depan akan menggelar kembali pentas yang telah berlangsung 15 bulan berturut-turut itu. (Mulyanto Ari Wibowo)
seperti di muat di Suara Merdeka - Suara Muria Rembang Senin 21 Mei 2012
foto kegiatan secara utuh bisa disimak di : https://www.facebook.com/media/set/?set=a.254550641319263.56247.100002929865778&type=1
Peserta susur pantai yang digelar dalam rangka event bulanan Kethek Ogleng Baca Puisi #15 itu tak hanya sekedar berjalan. Sesekali mereka berhenti, duduk dalam lingkaran dan saling berdiskusi tentang sejarah pantai itu yang mereka ketahui.
''Di pantai Sluke hingga Kragan, tak hanya menjadi tempat pendaratan Jepang pertama kali. Bahkan diduga di pantai ini menjadi tempat pendaratan pendeta Budha Cina Fa Hien tahun 400-an dan tentara Mongol yang menyerang Kertanegara di tahun 1290-an,'' kata Abdul Chamim, tuan rumah acara dan pemilik Galeri Gentong Miring Sluke.
Memang sulit untuk menemukan bukti-bukti sejarah yang mendukung mitos itu. Terlebih tentang pendeta Budha Fa Hien ataupun tentang Mongol. Hanya saja di sekitar pantai itu terdapat beberapa makam Majapahit yang dinamai makam Sarijati. Puas menyusuri pantai sejauh satu kilometer itu, peserta kembali ke Galeri Gentong Miring saat Maghrib menjelang.
Setelah istirahat sejenak, acara temu komunitas itu dilanjutkan dengan pementasan seni sekitar pukul 19:00. Anak-anak Teater Ataru SMA Negeri II Rembang membuka pentas dengan performance art berjudul ''Bangsaku hilang, Negaraku hilang'' arahan Meylani. Meylani mengaku performance itu terinspirasi dari diskusi bersama yang digelar selama susur pantai Sluke.
Selanjutnya mengalir pementas lain seperti Roni dan Imroatul Khasanah dari SMK Kehutanan Sale, Fathur dari Ambon, Ipank Baihaqi dari Semarang, Sanggar Gong Art Ngulahan Sedan, Tian May dari Pacing Sedan dan Nabila dari Tuban membawakan puisi maupun performance art.
Bedah Buku
Malam itu, pentas semakin gayeng ketika penyair asal Kupang Nusa Tenggara Timur Ragil Supriyanto yang pada Sabtu siang menggelar bedah buku puisi karyanya Avontur kepada siswa-siswa SMA Rembang di halaman Galeri Gentong Miring maju ke atas pentas.
Ragil yang akrab disapa Sukriwul itu sebelum membacakan beberapa puisinya mengatakan banyak catatan sejarah ataupun mitos dari Rembang yang menarik untuk dipotret oleh pengiat seni muda. '' Saat susur pantai dan mendengarkan begitu banyak informasi menarik yang diutarakan kawan-kawan Rembang, semestinya sudah mulai ada sebuah proses pendokumentasian baik itu melalui puisi, cerpen ataupun media lain. Pendokumentasian merupakan kerja bersama yang harus mulai dilakukan oleh pengiat seni muda,'' terang pria kelahiran 1978 ini.
Di ujung pentas yang berakhir pukul 22:00, Ragil mengajak siswa SMA Negeri II Linda untuk membawakan puisinya ''Kepada Ibu''. Simak saja baitnya aku pasti kembali, berjuta tombak dan panah, yang lebih cepat dari peluru, datang bersamaku. Seperti Ragil yang berjanji akan kembali, komunitas pengiat seni muda di Rembang juga berjanji bulan depan akan menggelar kembali pentas yang telah berlangsung 15 bulan berturut-turut itu. (Mulyanto Ari Wibowo)
seperti di muat di Suara Merdeka - Suara Muria Rembang Senin 21 Mei 2012
foto kegiatan secara utuh bisa disimak di : https://www.facebook.com/media/set/?set=a.254550641319263.56247.100002929865778&type=1


0 comments:
Posting Komentar