Headlines News :
Home » , , » ''Tanam Pohon Dulu, Baru Pentas Seni''

''Tanam Pohon Dulu, Baru Pentas Seni''

Written By Batik Doodle on Senin, 19 Maret 2012 | 00.04

Pentas Komunitas Kethek Ogleng Baca Puisi #13 : "Jajah Desa Milang Kori, Nandur Wit Ning Pacing"

Sabtu (17/3) sore, suasana Desa Pacing Kecamatan Sedan yang berada di bawah bukit itu sedikit semarak. Sejak pukul 15:00 anak-anak muda dari berbagai komunitas seperti Komunitas Pencinta Alam STIE YPPI (Kompass) Rembang, Komunitas Pencinta Alam SMK Negeri Sedan, Teater Ataru SMA Negeri 2 Rembang, SMK Kehutanan Rimba Taruna Sale, Komunitas Gong Art Ngulahan, Komunitas Kethek Ogleng Baca Puisi berkumpul di Sanggar Kancing Desa Pacing Kecamatan Sedan.
Setelah saling bertegur sapa dan canda, pukul 15:30 satu per satu bibit pohon dibagikan ke seratusan anak muda dari sejumlah komunitas itu. Dipimpin anak-anak Sanggar Kancing, anak-anak muda itu mengarak bibit keliling jalanan hingga lapangan Desa Pacing sejauh tak kurang 400-an meter. Di sepanjang jalan, warga desa keluar rumah melihat aksi spontan anak-anak muda itu. Sesampainya di lapangan, anak-anak muda itu langsung menanam ratusan pohon di tempat-tempat yang telah ditentukan.
Kegiatan bersama sejumlah komunitas itu tidak hanya berhenti pada penanaman pohon saja. Pukul 19:30, anak-anak muda itu juga menggelar pementasan performance art dan pembacaan puisi bertajuk ''Kethek Ogleng Baca Puisi - Jajah Desa Milang Kori Nandur Wit Ning Pacing'' di salah satu teras rumah warga Desa Pacing.
Pentas Puisi
Pementasan bulan ke 13 itu diawali dengan pembacaan puisi dari anak-anak Komunitas Kancing ( Sephia Anggita) dan SD Karas I Sedan (Selly, Dian Fitra, Luftiyatul Laily, Ika Nur C, Nabila Putri, Farah Fadia, Khonisatul, Hikmatul Aula dan Indah Ayu). Setelah anak-anak undur dari pentas, giliran teater Ataru Rembang yang berkolaborasi dengan Ipien Ngedoth menggelar performance art berjudul ''Menebang atau Menanam Pohon'' selama kurang lebih 15 menit. Tak mau kalah dengan anak-anak SMA Negeri II Rembang, dua pengiat Komunitas Gong Art Rosyid Ndoyek dan Heryandra Gong juga menggelar performance art ''Nasehat Untuk Anakku Sayang'' yang juga berlatar belakang kerusakan lingkungan akibat penebangan pohon. Suasana pentas sedikit mengharu ketika pengiat Sanggar Kancing Titian Memey mentas dengan anak-anak Sanggar Kancing untuk mengenang Fadhil, salah satu pendiri Sanggar Kancing yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas baru-baru ini. ''Mas Fadhil selama tiga tahun terakhir tak pernah lelah mengajarkan kepada anak-anak untuk meraih apa yang mereka cita-citakan. Atas dorongannya, anak-anak desa Pacing juga menjadi termotivasi untuk berkegiatan seni dan lingkungan,'' kata Mey, sapaan akrabnya.
Pentas yang juga dihadiri aktivis Forum Masyarakat Sejarah Lasem dan sejumlah mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya yang tengah mengelar penelitian di Lasem itu ditutup dengan penampilan zapin puisi dari Padepokan Seni Sambua Ponpes Kauman Lasem dan Laesan Lasem. Allief Zam Billah, pengiat dari Komunitas Kethek Ogleng yang menjadi pembaca acara malam itu berharap kebersamaan komunitas anak muda di Rembang itu bisa terus terjaga di kegiatan-kegiatan selanjutnya. (Mulyanto Ari Wibowo)

pernah di muat di Suara Merdeka - Suara Muria 19 Maret 2012

foto lain kegiatan Kethek Ogleng # 13
"Jajah Desa Milang Kori, Nandur Wit Ning Pacing" dan aktivitas lainnya bisa di lihat di : http://www.facebook.com/omahrembang
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Powered by : Day Milovich | SuaraRembang.net
Copyright © 2012. Omah Rembang - All Rights Reserved
Modified by Day Milovich
Proudly powered by Blogger