Headlines News :
Home » » Bercak Darah Sejarah Di Stasiun Kota

Bercak Darah Sejarah Di Stasiun Kota

Written By Zamroni Allief Billah on Jumat, 08 April 2011 | 22.11

Bercak Darah Sejarah Di Stasiun Kota
 Allief Zam billah

Kau bilang peradaban, demi kemajuan
mencipta tata kota yang indah dan wah
lalu gengsi menjadi harga mati

lampulampu kota mungkin terlalu tua
atau lelah menjadi saksi sejarah
gelapnya stasiun kota

biar sejenak gelap, katamu
sebab akan kubuat benderang sebentar lagi,
seperti Kartini

barangkali kau lupa tapi kami tidak
di lintasan rel kereta stasiun kota
ada bercak darah sejarah

lalu lalang orangorang telanjang
mencari sesuap nasi masih nyata hingga kini
dari Stasiun berjajar hingga pasar yang sebentar lagi terbakar

bagaimana bisa menyaksikan mereka kehilangan
tempat mereka jumputi ceceran nasi
dan cecap comberan sisa buangan

tak henti kau kuras keringat rakyat
yang lalai kau buai
dengan keindahan, janji kemakmuran
ritual musiman

selanjutnya parade pemiskinan, invasi pemelaratan
ke setiap penjuru iman

kini lihatlah!
Stasiun, pasar mulai dibakar
api ambisi

semua ini demi keindahan kota, katamu
matamu! umpat penjual tahu

cukup sudah
kau jejalkan bualan

Rembang, 29 Maret 2011

Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Powered by : Day Milovich | SuaraRembang.net
Copyright © 2012. Omah Rembang - All Rights Reserved
Modified by Day Milovich
Proudly powered by Blogger